Menggelikan.
Sungguh menggelikan hasil kerja ku ini
Serasa jatuh dari tebing #lebah jika ku memikirkan tentang berapa banyak usaha yang keluar hanya untuk mengerjakan tugas satu.
Ini bukti betapa payahnya aku. Jika ku coba memikirkan kembali memang ku masih kurang bisa fokus dalam mengerjakannya, ku sangat kurang dalam mengumpulkan data tuk di jadikan referensi.
Semua yang ku coba hanyalah berusaha membuatnya sesuai semestinya, ku bahkan tidak menggunakan pikiran ku. Kreatifitas ku kunjung dan tidak kugunakan sama sekali, ku hanya membuang waktu.
Terminal sesuatu yang seharusnya ku lebih banyak melakukan penelitian dan kajian data dari pada langsung mencoba membuat rancangan dan memasukan inovasi.
Ini sangat kurang, payah dan tidak layak tuk kupersembahkan. Ini pekerjaan yang tidak menyenangkan lihat saja setiap waktu yang ku habiskan serasa neraka.
Padahal ini subjek yang ku sukai membuat rancangan yang ramah lingkungan dengan penerapan teknologi dan hasil desain adalah hal yang baik bagiku.
Namun ku gagal dalam membentuk situasi kerja dan jalur tahapan proses yang baik. Semua ini sekedar menjadi beban yang memusingkan kepala, menjadi alasan dari performa ku yang sangat menurun akhir-akhir ini.
Pelajaran berharga, itu yang kudapatkan. Ku salah saat berpikir jika aku bisa otoriter dan tidak melihat lebih luas, ku salah jika ku pikir kerumitan itu bisa di selesaikan dengan kerja semata tanpa referensi rujukan yang lengkap, ku tidak bisa jika terus hanya sembunyi dan tidak mau keluar tuk merasakan hal baru.
Haaaaahh... lihatlah yang ku perbuat ini, hanya terus membebani diri dan mencoba mencari jalan keluar dari persoalan yang ada berusaha jadi pahlawan ku bodoh. Berapa banyak buku ku yang tersendat ku baca, program latihan yang kubuat tidak berjalan lagi dan ku terus merasa terbebani kemudian bersembunyi di balik selimut. Menggelikan sekali diriku ini.
Ya aku gagal kali ini, ku gagal memberi yang terbaik. Paling tidak mengenakkan ku bahkan tidak bisa menjadi diriku sendiri dalam membentuk konsep ku. Ku tertikam oleh pemikiran ku sendiri.
Ini awal baru, ya selalu menjadi awal. Sebuah hasil dari pilihan yang tidak ku isi dengan baik.
Say harus minta maaf, pada rekan yang semestinya mampu kubuka ikut menjadi pembawa beban dan mengangkat kerjaan ini. Maaf in aku akbar, amir, dan erik. Ku tidak bisa membuat situasi kerja yang nyaman. Ku masih belum mampu memberi hasil yang baik. Iya ini semua salahku ego memakan diriku. Pedih rasanya melihat setelah semua terlambat. Mohon maafkan sikap dan ke tidak becus an diri ini.
Terima kasih atas dukungan nya,
Tulus ku tulis
Ahmad Zulfadli.